VIDEO & HANDYCAM

Tutorial Cameraman

Penguasaan Tool Camera Handycam
tutorial kali ini saya tujukan pada anda yang mau mulai terjun di dunia video shooting dengan maenggunakan camera amatir yang lazim disebut Handycam, awal untuk menjadi seorang cameraman yaitu harus mengetahui secara menyeluruh alat yang digunakan dalam hal ini camera, ibaratnya kita punya motor baru maka sebelum kita mencoba mengendarainya tentunya mesti tau dimana letak rem,gas,gigi dll. Sama pada seorang cameramen mesta mengetahui tool-tool inti dari sebuah camera digital soalnya Camera yang beredar dipasaran saat ini sudah  berlabel digital seperti merek Sony, Paasonic, Jvc dll. Walaupun bermacam merek tapi hampir 80%  memiliki feature yang sama,  mari kita bahas apa saja tool -tool yang harus dikuasai.

1.Media Penyimpanan Data Video
ada tiga  tipe penyimpanan data yang pertama adalah Tape miniDV  yang kedua adalah memori atau hard disk, dan ketiga cakram DVD  data yang dihasilnya pun berbeda untuk media penyimpanan memori atau hard disk dan cakram DVD, data video sudah menjadi file digital berformat mpg2 setara dengan DVD hight Resolution, untuk penyimpanan Tape miniDV file video disimpan pada pita kaset, selanjutnya data video  ini di capture di  komputer untuk menjadi data video digital, biasanya data di capture  dalam format  AVI lebih baik dari  file video berformat mpg2 (Format adalah suatu file extensi  di kokomputer windows). Cara memasukan kaset/Tape  kamera miniDV cyaitu carilah tombol eject biasanya digeser ke kiri atu ke kanan tunggu sampai mekanik kaset keluar , setelah keluar masukan kaset miniDV, lihatlah dalam mekanik bertuliskan push tepat pada tulisan push dorong mekanik ke dalam dan biarkan sejenak lalu tutup  kembali. Yang perlu diperhatikan sebelum merecord kita harus menset terlebih dahulu tipe perekaman, ada dua tipe pertama Mode SP yaitu perekaman normal Kedua Mode LP yaitu tipe perekaman yang dipanjangkan misalnya kita menggunakan kaset mini DV untuk 60 menit dengan tipe LP bisa menjadi 90 Menit. untuk mensetnya cari tombol menu lalu klik seting Tape, penulis sarankan agar selalu memakai tipe SP supaya kwalitas perekaman terjaga.

2. Tombol Power
Tombol ini biasanya memiliki 3 option atau pilihan
• camera
• Off
• VCR
apabila tombol mengarah pada posisi camera berarti kita sudah siap untuk merecord objek tinggal tekan tombol record. Apabila posisi tombol mengarah pada Off maka kamera berada pada posisi mati.Camera berada pada posisi VCR berarti kamera berfungsi sebagai Player yaitu untuk melihat hasil record kita. Pada sebagian besar camera tipe handycam untuk perekaman  sudah diseting secara auto baik record visualnya maupun audionya, jadi seorang pemula  dengan kondisi auto sebenarnya sudah siap  untuk pengambilan gambar.

3. Tombol Menu
Seorang pemula wajib untuk mengetahui tombol menu ini, tombol menu ibaratnya jati diri sebuah kamera karena di dalam menu tersebut terdapat item-item yang merupakan inti dari kamera yang kita pegang, pada kamera digital jenis Handycam di dalam menu terdapat beberapa submenu diantaranya :
a. Manual Set

dalam manual set ini  terdapat item Program Effect dan Digital Effect yang berfungsi  untuk merubah objek asli menjadi sesuatu yang berbeda sesuai dengan pemakaian effect. untuk program effect biasanya memiliki effect
1.Sepia
2.Back and white atau B&W
3.Solarize
4.Slim
5.Pastel
6.Mozaik
dll.
Dalam kesempatan ini penulis tidak akan menguraikan satu persatu dari effect tersebut silakan anda mencoba mempraktekkannya sendiri  dan nilailah mana yang cocok penerapan suatu effect untuk suatu object tertentu catatla.
Untuk Digital Effect biasanya yang paling mencolok terdapat Item Slow Motion atau super Slow Motion yaitu dengan penggunaan slow motion gerakan yang ditangkap bisa dilambatkan.

b. Camera Set
didalam submenu kamera set ini ada pengaturan Zoom,  aturlah zoom sesuai dengan kegunaannya misalnya kamera anda memiliki digital zoom 700x  untuk memaksimalkan zoom ini harus diset terlebih dahulu, tetapi semakin tinggi zoom yang kita gunakan beresiko menurunkan kwalitas gambar yang dihasilkan, saran dari penulis apabila terdapat seting zoom yang lebih rendah pilihlah yang nilainya paling rendah misalkan 20x zoom.  Submenu Camera Set ini terdapat juga  option aspect ratio, ada 2 pilihan yaitu 4:3 dan 16:9  artinya untuk 4:3  layar TV atau LCD  diset normal, untuk 16:9 artinya Layat TV atau LCD di set Wide Screen. penulis sarankan sebaiknya gunakan aspect ratio 4:3 karena TV di indonesia kebanyakan menggunakan layar  standar. Dalam submenu camera set juga terdapat item Steadyshoot yaitu sebuah option untuk menstabilkan perekaman dari guncangan kecil, sebaiknya anda seting ON berarti menggunakan pasilitas steadyshoot.

d.Tape Set
dalam submenu Tape set ini yang paling penting adalah seting  Mode Rekaman Yaitu Mode SP dan LP, penulis sarankan agar selalu menggunakan mode SP agar kwalitas perekaman bisa terjaga. Dalam submenu ini juga biasanya terdapat Mode Audio yaitu opsi untuk menggunakan nilai bit biasanya terdapat 12bit, 16bit, 32bit bahkan sudah ada handycam yang memiliki setting 48bit,  saran penulis jangan memilih seting audio dengan nilai paling tinggi, pilih seting kedua dari nilai yang paling tinggi misalnya dalam kamera terdapat seting 12bit,16bit dan 32bit pilihlah  seting 16bit.

Itulah beberapa seting yang penting dari tombol menu, sebenarnya masih banyak submenu yang penulis tidak uraikan disini karena dengan tidak menset up juga tidak akan berpengaruh pada hasil perekaman, tetapi sebaiknya anda harus mengutak-ngatik sendiri dan biasakan belajar memahami sesuatu yang baru.

Penguasaan tool pada camera profesional

Bagi anda yang kebetulan mempunyai camera profesional dan ingin manjalankan bisnis dibidang Production House, penulis uraikan beberap pengetahuan dasar penggunaan camera profesiona. Diantaranya :

The Main Control
Ada enam control dasar pada kamera:

1. Exposure:
* Aperture
* Shutter Speed
* (ND Filter)
* (Gain)
2. Filter Colour
3. White Balance
4. Zoom
5. Focus
6. Audio Levels

Aperture, Shutter speed, ND Filter, dan Gain merupakan bagian dari exposure.

Exposure

Eksposure secara sederhana dapat saya artikan sebagai pencahayaan kamera. Untuk mendapatkan gambar yang normal, tidak gelap (under exposure) dan tidak sangat terang (over exposure) harus diperhatikan:

· Aperture (diafragma)

Di kamera televisi disebut juga Iris, yaitu sejumlah lembaran metal tipis yang disusun sedemikian rupa sehingga bisa dibuka dan ditutup untuk mengatur banyaknya sinar yang masuk ke lensa kamera. Iris seperti pupil mata kita yang bisa membesar dan mengecil sesuai cahaya yang masuk. Bila Iris dibuka selebar mungkin, lensa mengirim sinar maksimum de dalam kamera, sebaliknya kalau bukaan iris dikurangi lubang diafragma akan menyempit, sehingga sinar yang masuk ke kamera jadi sedikit. Bukaan diafragma diukur dalam satuan f-stop: f/1.4 – f/22. lebih kecil nomor f-stop = bukaan diafragma besar, lebih besar nomor f-stop = bukaan diafragma kecil. Pengaturan iris secara manual dapat dilakukan dengan memutar ring iris di lensa kamera.

· Shutter Speed

Biasanya shutter speed standar di kamera televisi 1/50. kecuali anda ingin menggunakan efek shutter atau untuk mensinkronkan dengan objek, baru Shutter Speed di posisi ON untuk selanjutnya bisa kita pilih sesuai tujuan kita.

· ND Filter

Filter ND (Neutral Density) berfungsi untuk mengurangi intensitas sinar yang terlalu kuat tanpa mempengaruhi kualitas warna cahaya. Filter ini digunakan bila kondisi cahaya terlalu keras, seperti tengah hari yang terik.

· Gain

Kebalikan dari ND filter, Gain berfungsi apabila pengambilan gambar dalam keadaan kurang cahaya, yang apabila dengan keadaan normal dengan bukaan f-stop maksimal (f/1.4) masih under exposure. Dengan Gain kita bisa mengangkat exposure secara digital, konsekuensinya gambar menjadi agak coral (pecah).

Filter Colour

Berfungsi untuk mengubah atau mencocokkan cahaya yang masuk ke dalam kamera. Umumnya kamera video memiliki dua buah filter koreksi warna. Untuk shoting di dalam ruangan dengan cahaya lampu tungsten (kemerahan) kita pasang filter 3200ºK dan untuk shoting dengan penerangan cahaya matahari kita gunakan filter 5600ºK.

Cahaya matahari banyak mengandung warna biru. Kalau kita memasang filter no.2 (5600ºK) untuk matahari, sebenarnya kita memasang filter berwarna oranye untuk mengimbangi warna biru pada matahari. Cahaya lampu bohlam lebih mengandung warna merah, maka kita pasang filter no.1 (3200ºK) yang berwarna kebiru-biruan.

Sumber cahaya yang lebih tinggi intensitas sinarnya mengandung warna biru, sumber cahaya yang intensitas sinarnya rendah lebih mengandung warna merah. Perbedaan warna cahaya ini tergantung pada suhu dan diukur dengan derajad Kelvin.

White Balance

Intensitas cahaya berbeda-beda pada saat yang berbeda dan tempat berbeda dalam sehari. Cahaya matahari di luar (daylight) mempunyai suhu kurang lebih 5600ºK, cahaya bohlam di dalam ruangan mempunyai suhu kurang lebih 3200ºK, cahaya lampu TL mempunyai suhu antara 5000ºK-6000ºK. karena intensitas cahaya sangat berbeda maka filter koreksi warna tidak bisa menghasilkan warna putih yang tepat. Maka dari itu kamera video juga dilengkapi dengan tombol untuk menyetel white balance. Cara termudah untuk white balance adalah dengan mengarahkan kamera terhadap benda putih apa saja yang berada dalam kondisi cahaya yang sama dengan cahaya yang kita pergunakan untuk merekam adegan.

Cara mengawal white balance:

* Pertama cocokkan filter koreksi warna dengan kondisi cahaya yang kita pakai shoting.
* Arahkan kamera terhadap benda putih apa saja
* Kamera di zoom sampai yang terlihat di viewfinder hanya warna putih
* Tekan tombol AWB (Auto White Balance)
* Kamera siap untuk merekam.

Catatan: kamera harus di white balance lagi apabila keadaan cahaya berubah.

Bagi para cameraman profesional sering juga melakukan white balance dengan cara manual yaitu dengan mengatur Colour Temperature pada menu di kamera.

Zoom

Zooming adalah gerakan lensa zoom mendekati atau menjauhi objek secara optik, dengan mengubah panjang fokal lensa dari sudut pandang sempit (telephoto) ke sudut lebar (wide angle).

Zoom in : mendekatkan objek dari long shot ke close up

Zoom out : menjauhkan objek dari close up ke long shot.

Zooming bisa dilakukan dengan dua cara:

Manual: dengan memutar ring zoom pada lensa

Servo : Biasanya tombol zoom servo ada pada handle camera sehingga terjangkau jari pada waktu mengoperasikan kamera

Focus

Fokus adalah pengaturan lensa yang tepat untuk jarak tertentu. Gambar dikatakan fokus apabila proyeksi gambar yang dihasilkan oleh lensa jatuh di permukaan tabung atau CCD jelas dan tajam. Sehingga nampak juga di viewfinder dan monitor.

depth of field atau bidang kedalaman adalah bidang dimana objek-objek di depan dan di belakang objek utama tampak dalam fokus.

Secara teknis, shot dengan bidang kedalaman yang luas memudahkan cameraman mengikuti gerakan objek. Bidang kedalaman yang sempit mengharuskan kita untuk terus menerus follow focus apabila kamera atau objek bergerak.

Secara estetis depth of field sangat berperan dalam menciptakan perspektif visual pada keseluruhan adegan (shot).

3 hal yang menentukan depth of field :

1. Panjang Fokal Lensa

Semakin panjang fokal lensa = bidang kedalaman semakin sempit atau kata lainnya fokus semakin tipis.

2. f-stop/iris

Lebih besar bukaan iris (lebih kecil f-stop) = bidang kedalaman semakin sempit / fokus semakin tipis. Misal f/16 bidang kedalamannya lebih lebar dari f/2.0

3. Jarak kamera dengan objek

Semakin jauh jarak kamera dengan objek = semakin luas bidang kedalamanSemakin dekat jarak kemera dengan objek = semakin sempit bidang kedalaman.

Audio LevelsJangan abaikan audio level pada kamera karena selain kualitas gambar, kualitas audio juga tidak kalah pentingnya. Ingat Televisi adalah gabungan antara gambar dan suara. Ada gambar tanpa audio yang bagus akan sangat mengganggu pemirsa bahkan informasi yang akan disampaikan tidak sampai kepada penonton.Atur audio level jangan sampai under ataupun over (peak).Wah kayanya teori melulu ya jadi pusing… tapi ini penting buat semua yang mau belajar mengoperasikan kamera video secara benar.Mengoperasikan kamera adalah seni, jadi dibutuhkan taste dari setiap cameraman.

kredit bagi pemilik blog.
copyright by hazaldin

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s